Walaupun aku suka menulis tapi terkadang penyakit malas menulis juga sering menghinggapi...klo udah macet wedewwww mau bahan tulisan setumpuk juga nggak bakalan dikerjain. Tapi klo mood nya udah bagus, bisa berjam-jam di komputer dan nulis. Hehehehehe......
Okay, sekarang aku coba menuliskan kembali pengalaman berlibur Natal ke Salatiga dengan mengendarai mobil sendiri, pertama kalinya untuk kami sekeluarga. No driver....Papa Jeff yang nyetir sendiri most of the time. Hanya satu kata, HAIBATTT!!!
Jumat, 21 Desember 2012
Sekitar pukul 3:15 dini hari aku sudah bangun dan langsung beberes menyiapkan bekal untuk di mobil sepanjang perjalanan panjang kami ke Salatiga hari itu. Tak lama Papa Jeff menyusul bangun dan langsung mandi. Selesai beberes aku pun langsung gantian mandi dan sekalian membangunkan anak-anak. Ruth dan Jo yang sudah aware bahwa mereka harus bangun pagi-pagi sekali langsung cepat bangun mandi dan bersiap untuk berangkat. Setelah cek dan ricek terakhir, semua barang masuk bagasi dan mobil, akhirnya kamipun memulai perjalanan panjang kami ke Salatiga.
Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 4:30 dan ternyata jalanan sudah ramai lancar sampai ke Cikampek. Begitu masuk Cikampek wedeww...langsung tersendat bagai siput tapi masih mengalir pelan. Ternyata arus kendaraan saat di pertigaan Cikampek yang biasanya langsung bisa ke kanan menuju pantura, dibuang lurus lewat jalan alternatif. Kami pun ngikutin arus sampai pada akhirnya ada penduduk kampung yang kasih tanda supaya kami masuk jalur jalanan kampung. Kami ikuti saja sampai ketemu jalan raya. Sayangnya kami kesasar masuk aliran kendaraan yang menuju balik ke Jakarta dan macetnya luar biasa. Kami terjebak dalam arus kendaraan tersebut selama 1 jam. Alamak rasanya sejuta!!! Setelah bertanya ke beberapa pengemudi motor dan juga angkot dan diberitahu kalau kami salah jalan akhirnya begitu ketemu putaran balik pertama kami langsung putar balik dan cari jalan ke arah Cirebon. Walaahh ternyata arus ke pantura lancar jaya!! *dezziigggg* Dalam perjalanan menuju Cirebon kami bertemu Oom Wisnu, my little brother beserta istri dan sahabatnya Bayu yang juga sedang menuju ke Salatiga. Senang juga bisa beriringan. Lancar...lancar....sampai di Ciasem, Subang, berhenti lagi. Beneran berhenti grak! Penyebabnya ternyata perempatan pasar, wedeewww.....selepas dari situ jalanan kembali lancar apalagi saat kami masuk toll Palimanan - Kanci. Papa Jeff langsung ngebut terus sepanjang toll. Toll nya lumayan panjang, sayang toll Bakrie jalannya jelek bangettt....sesampai di ujung toll Pejagan sudah pukul 12 siang, saatnya istirahat untuk makan siang. Sepanjang jalan banyak sekali penjual sate kambing dan akhirnya kami memutuskan berhenti di salah satu restaurant. Aku langsung menghubungi Nining memberitahukan kalau kami istirahat makan siang di Sate Kambing Joss di Pejagan jalur kiri jalan. Nining pun langsung sekalian minta tolong pesan makanan supaya begitu mereka sampai gak perlu nunggu-nunggu lagi. Sate Joss ini enak juga, empuk dan nggak prengus. Bumbu sambel satenya puedesss ngampleng! Ruth dan Jo pesan ayam bakar dan ayam goreng, enak juga gurih karena ayam kampung. Sayang nggak kepikiran untuk motow kuliner kami saat itu.
Usai makan siang, kami kemudian lanjut...cukup lancar perjalanan. Tapi kaki Papa Jeff kram yang sebelah kanan, aku mau gantiin nyetir Papa belum kasih, cuman bisa berdoa dalam hati semoga semua berjalan baik dan selamat, Papanya kuat. Sampai di Pemalang, uhuyyyy....macet lagiiii!!! herman suherman bener, dari jaman aku gadis belasan tahun lalu saat sering bolak balik Salatiga - Jakarta naik bis malam, Pemalang ini biang macet, mosok sampai sekarang masih juga jadi biang macet seehhh??? Yang bikin macet kemarin itu adalah proses pelebaran jalan yang belum rampung. Hadeuuhhh dari dulu deh kayaknya nggak pernah rampung-rampung. Pemalang yang malanggg.......
Puji Tuhan, selepas Pemalang bisa terus lancar sampai di Batang kami berhenti sejenak isi bahan bakar dan akhirnya Papa Jeff menyerahkan stir mobil kepadaku. Uhuuyyy!...kesampaian juga aku nyetir antar kota di Jawa Tengah. Lumayan juga, nggak perlu ngebut-ngebut...ketemu macet lagi pas masuk Semarang, uhuyy bener deh...tapi dinikmati aja pelan-pelan sampai masuk toll Semarang. Pas masuk jalur toll baru, wedewww ndesit bener....baguuussss.....mirip sama toll Cipularang. Mana pas sampai disitu kondisinya hujan gerimis, senja hari magrib...berkabut...keyeeennnn!!! Sayang toll nya belum sampai bawen, kami harus keluar di Ungaran dan...macrettt lagi! Berhubung sudah 6 jam di mobil terus kami putuskan berhenti di Ungaran untuk makan malam. Kebetulan pas keluar toll di sisi kiri ada warung makan menjual bebek dan ayam goreng, belok kesitu sajah. Aku dan Jeff pesan bebek goreng, Kak Ruth dan Jonathan pesan ayam goreng, standard mereka berdua banget hihihihi....Mampir kesini juga makanan gak di foto, soalnya ya biasa aja juga, standard ajah...mayan buat ganjel perut, but next time buat dokumentasi blog aku foto deh... :-)
Usai makan malam kami pun lanjut perjalanan ke Salatiga, duhh tinggal sedikit lagi, aseeekkk....kali ini Papa Jeff kembali ambil kendari stir, daaannn....macet lagiii....soal macetnya Semarang - Salatiga memang sudah di warning oleh beberapa teman-teman yang biasa kerja ngelaju Salatiga - Semarang. Pesannya, "sabar...sabar...sabar.....udah nggak kayak dulu lagi yaa...sabarrr....." dan ternyata mereka memang bener banget. Macetnya wedewww...all the way from Ungaran sampai Karangjati. Busyeettt daaahh...mana saat tanjakan Bandungan ada truk gandeng yang gak kuat nanjak dan dengan santainya berhenti begitu saja di tengah jalan, hadeuuhh....ruwet!
Selepas Karangjati perjalanan jauh lebih baik, rame lancar sampai di Salatiga. Berhubung saat di Ungaran kami coba telpon Pondok Remaja dan ternyata Pondok Remaja full kami nggak bisa nambah semalam, dengan bantuan Nining akhirnya kami bisa dapat kamar di Wisma Tamu UKSW. Puji Tuhan, terima kasih ya Nining dan Wisnu.
Kami tiba di Salatiga dan masuk Wisma Tamu UKSW sekitar pukul 8 malam, jadi perjalanan kami dari Cibubur - Salatiga bisa dibilang sekitar 15 jam. Kami tunda dulu ke rumah Karang Alit ketemu sama Akung dan Uti karena benar-benar sudah lelah. Proses check in berlangsung lancar, dan kamarnya lumayan juga, as usual nambah extra bed. Aku akan tulis review mengenai Wisma Tamu ini di tulisan terpisah.
Habis check in, mandi....semua langsung bobok pulesss......lega akhirnya sampai juga di Salatiga yang sejuk :-)
Showing posts with label Memoir. Show all posts
Showing posts with label Memoir. Show all posts
Wednesday, January 23, 2013
Thursday, January 3, 2013
Merry Christmas 2012 & Happy New Year 2013!
It's been a wonderful Christmas and New Year for our family! We wish that each one of you experienced the same thing as well.
We spent our Christmas time in Salatiga, my hometown, and for the first time the whole Judojono's family together with the spouses and children got together for Christmas. It's really a great blessing for us.
Perjalanan ke Salatiga kami tempuh dengan mobil dan pengalaman pertama juga buat kami sekeluarga nyetir sendiri dari Cibubur ke Salatiga pulang pergi. 4 tumbs up for Papa Jeff, thanks to you for tons!
Ibadah Natal pagi tanggal 25 Desember 2012 yang lalu kami lewatkan di GKI Salatiga bersama Akung, Uti dan keluarga Mas Seno. Senang rasanya bisa kembali merasakan ibadah Natal di kota kecilku ini. Bangunan GKI Salatiga yang termasuk bangunan gereja kuno dengan pilar tinggi yang adem membuat suasana ibadah terasa berbeda, lebih syahdu.....ya di Cibubur kami terbiasa beribadah di ruko, gereja kami, GKI Kotawisata belum mempunyai tempat ibadah yang permanen. Semoga saja dalam waktu dekat Tuhan membuka jalan untuk GKI Kotawisata memiliki tempat ibadah yang permanen, Amin.
Di teras GKI Salatiga dipajang beberapa hasil karya lomba kreatifitas membuat pohon natal dari barang-barang bekas. Sungguh hal yang sangat menarik. Ada yang membuat pohon natal dari sedotan, CD bekas, jrigen plastik tempat minyak goreng dll. Kreatif banget! :-)
![]() |
| Pohon Natal yang terbuat dari sedotan, cantik juga kan?...belakangnya terbuat dari jerigen plastik minyak goreng |
![]() |
| Pohon Natal yang terbuat dari CD bekas, sebelahnya itu terbuat dari apa ya? kurang jelas hehehehe.... |
Pulang dari ibadah Natal di GKI Salatiga, kami langsung menuju ke Mina Kencana, rumah makan lesehan di Jl. Salatiga - Berining Km. 2,7. On the way ke Mina Kencana, mobil kami papasan dengan mobil Edi Binuko yang berwarna gonjreng menyala. Jeff yang pertama kali mengenalinya dan langsung menekan klakson. Setelah itu langsung saja aku telpon Edi, dan akhirnya kami janjian untuk bertemu malam itu di Pondok Remaja Salib Putih.
Setelah sekitar 15 menit perjalanya, sampailah kami di Mina Kencana. Serunya waktu kami semua lengkap hadir disana, hujan turun dengan amat sangat deras. Lesehan yang tanpa krei langsung dihantam tampias air hujan. Wedewww jadilah kita makanannya berkuah air hujan hihihihi....tapi karena semua dinikmati dengan sukacita ya no problem. Puji Tuhan juga adek Michael nggak rewel di tengah hujan deras terpaan angin dan tampiasan air hujan hehehehe...seru berhujan-hujanan sambil makan, trus Jo sendiri juga terhibur dengan acara kasih makan ikan di kolam tepat dibawah lesehan, kami pun pulang menuju ke Karang Alit, rumah Bapak Mama. Oh ya, makan di Mina Kencana ini murmer lho....rasanya pun lumayan mantap, lain kali klo ke Salatiga, boleh lah di ulang makan siang or makan malam di Mina Kencana, dengan catatan....tanpa hujan! hehehehehe....
Sesampai di Karang Alit, seperti yang sudah di agendakan, kami lanjutkan acara Natal keluarga dengan persekutuan bersama yang dipimpin oleh Wisnu. Firman Tuhan sendiri secara singkat disampaikan oleh Bapak. Sungguh merupakan suka cita tersendiri saat seluruh keluarga hadir bersama untuk bersekutu, mengucap syukur dan berdoa kepada Tuhan Yesus di hari Natal kemarin. Hal yang baru pertama kali terjadi dalam keluarga kami dan akan terus aku ingat dalam hidup. Semoga di tahun-tahun mendatang kami semua dapat mengulangnya kembali, Amin.
Usai persekutuan, lanjut dengan buka kado Natal. Jonathan dan Ruth tentunya yang paling excited dengan acara satu ini. Puji Tuhan everyone was happy!
Selain buka membuka kado, kami juga menikmati Bak-Pauw Luber dan Kue Moho Luber, aaiihhh enaknyooo.....kemana saja aku selama ini yaaa??? sekian puluh tahun tinggal di Salatiga baru kali pertama itu aku makan Bak Pauw Luber, ndeso tenan! Makasih Wisnu, Nining, udah beliin kami Bak-Pauw dan Kue Moho Luber :-)
![]() |
| Bak Pauw Luber rasa coklat keju....sueerrr uenaakk tenan! Bak Pauw nya lembut dan coklat kejunya leleh di dalam |
Sekitar pukul 19:30 akhirnya Edi dan keluarga tiba. Waahh sayang sekali Josef tidak ikut, hanya si cantik Jeanette yang ikut ortunya hadir dalam reuni kecil ini. Josef sedang asyik menginap di rumah sepupunya kata Rina, istri Edi. It was such a lovely reunion. Menyenangkan bisa mendapatkan update dari masing-masing keluarga dengan segala aktifitas yang beragam dan juga mendapatkan insight baru mengenai visi dan misi keluarga kami ke depannya. Acara malam itu kami akhiri dengan doa bersama dan sungguh kami sekeluarga bersyukur mempunyai sahabat seperti Edi dan Rina, persahabatan di dalam Tuhan Yesus, sungguh amat indah.
Terima kasih Tuhan Yesus, disaat kami kembali merenungkan arti dari kasih-Mu yang mendalam dengan kedatangan-Mu bagi kami....suka cita dan kasih itu terus kami rasakan dan akan kami lanjutkan kepada sesama kami manusia, siapapun dia, dimanapun Kau tempatkan kami berada, Amin.
Wednesday, November 21, 2012
Papa Jeff's 43th Birthday
Tanggal 8 November yang lalu, Papa Jeff berulang tahun yang ke-43. Puji Tuhan untuk semua penyertaan Tuhan Allah kami, Yesus Kristus yang sungguh luar biasa dalam 43 tahun perjalanan hidup Papa. Semua tampak sungguh indah dan luar biasa dan kami benar-benar merasakan dan mengalami penyertaan Tuhan yang penuh kasih dan setia. Semua janji-Nya, Dia genapi. Terima kasih Tuhan Yesus!
Ulang Tahun Papa Jeff ke-43 sangat sederhana. Papa sedang cuti dalam rangka satu minggu persiapan ujian sertifikasi FRM. Isinya belajar, belajar dan belajar terus ya Pa hehehehe....aku yang bisa pulang kantor cepat hari itu, selesai menjemput Jonathan dari latihan sepak bola di SSB Buperta langsung memutuskan untuk mampir ke Harvest Cibubur beli ice cream cake chocolate chip kesukaan Papa.
Sampai rumah, aku bersama Ruth dan Jonathan membawa ice cream cake masuk ke ruang belajar Papa sambil nyanyi Happy Birthday. Happy Birthday, Papa!!! Tuhan Yesus memberkati selalu and we love you!!!
Jadilah malam itu kami menikmati delicious dessert! hehehehehe.....
Tuesday, October 23, 2012
Ruth's 9th Birthday
Pada hari ini, 23 Oktober 2012, putri kami tercinta, Ruth Jasmine Joris, genap berusia 9 tahun. Tak putus-putusnya ucapan syukur kami naikkan kepada Tuhan Yesus yang selama 9 tahun + 9 bulan 10 hari dalam kehidupan Ruth sungguh baik dan luar biasa.
Ruth sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang kritis, pintar, baik dan suka berteman. Ruth juga sangat mencintai Yesus. Doa Papa dan Mama, kiranya Ruth terus hidup dalam kasih Kristus, menjadikan Kristus teladan dalam menjalani hidup ini dan juga dalam berinteraksi dengan sesama dan alam ciptaan-Nya.
Pagi ini, aku bangunkan gadis kecilku dengan sebuah ciuman lembut di pipi dan kening serta ucapan selamat ulang tahun. Gadis kecilku melek dengan senyum mengembang di wajahnya yang cantik. Setelah semua sudah mandi, ganti pakaian...kami pun berkumpul bersama untuk berdoa, mengucap syukur di hari ulang tahun Ruth yang indah dan penuh berkat ini. Papa Jeff memimpin kami semua dalam doa ucapan syukur.
Hadiah dari Papa dan Mama tahun ini adalah koleksi Kimmi Doll Junior. Ruth sudah lama sekali naksir Kimmi Doll collections. Dan di hari ultahnya aku benar-benar persiapkan Kimmi Doll Junior Collection and she loves them very much. Duh mamanya legaaa hehehehehe....
Sekali lagi Selamat Ulang Tahun ya sayangku, cintaku, putriku, bidadariku, love youuuu!!!....
Thursday, September 6, 2012
Uti's 67th Birthday on 17 August 2012
Postingan telaatttt!....hahahaha....maklum daahhh yang punya blog suka mood nya naik turun klo perkara nulis. Ni udah lewat sebulan baru mo ditulis hihihihihi....
Yup my mom, yang lahir barenganan sama lahirnya Republik Indonesia tercinta ini, pada tanggal 17 Agustus kemarin ulang tahun yang ke-67. Di usianya yang ke-67, Mamaku tetep cantik dan loveable! Untuk ultah ke 67 ini kita ngumpul-ngumpul merayakan ultah Mama dengan makan siang bersama di Hanamasa Cibubur. Waktu itu bulan puasa, udah deket Lebaran, jalanan sepi, puncak arus mudik pula hehehehe....aku gak baking untuk ultah Mama. Beli kue coklat kecil aja di Michelle Bakery Cibubur sebagai syarat tiup lilin hehehehe....
Sayang Wisnu dan Nining gak bisa join karena Wisnu lagi nggak enak badan juga. But it was a lovely birthday lunch and we had a great time together.
Yup my mom, yang lahir barenganan sama lahirnya Republik Indonesia tercinta ini, pada tanggal 17 Agustus kemarin ulang tahun yang ke-67. Di usianya yang ke-67, Mamaku tetep cantik dan loveable! Untuk ultah ke 67 ini kita ngumpul-ngumpul merayakan ultah Mama dengan makan siang bersama di Hanamasa Cibubur. Waktu itu bulan puasa, udah deket Lebaran, jalanan sepi, puncak arus mudik pula hehehehe....aku gak baking untuk ultah Mama. Beli kue coklat kecil aja di Michelle Bakery Cibubur sebagai syarat tiup lilin hehehehe....
My lovely Mama Mimi - Love you so much Mommy!!!!
Sayang Wisnu dan Nining gak bisa join karena Wisnu lagi nggak enak badan juga. But it was a lovely birthday lunch and we had a great time together.
Akung dan Uti
Pakdhe Seno dan Budhe Vitri
Oma Vien, Mama Dewi dan Papa Jeff
Jonathan, Michael (yang bobok nonstop selama birthday lunch Uti) dan Ruth
Birthday Girl hihihihi.....
Happy Birthday Mama dan Uti kami tercinta. Tuhan Yesus senantiasa memberkati kesehatan, pengabdian tulus Mama kepada suami dan Tuhan juga pelayanan Mama kepada keluarga, anak-anak, dan umat Tuhan. We love you Mama, Uti Mimi...so proud of you and a great blessing to have you in our lives *pelukcium*
Friday, July 20, 2012
Ultah Jonathan ke - 7
Ultah Jonathan ke-7 tahun ini yang jatuh di tanggal 13 Juni yang lalu sungguh membekas kurang baik di benak dan hatiku. Karena selama 7 tahun jadi mamanya Jonathan, tahun inilah aku tidak bisa bersama dengan dia saat dia merayakan hari ulang tahunnya bersama dengan teman-teman, akung uti, Oma, Kakak Ruth dan juga Papa Jeffry.
Ini foto birthday cake Jonathan ke-6 tahun lalu...nggak papa ya dek yang dipasang ini soalnya tahun ini gak ada dokumentasinya samsek :-(
Ya, Jonathan minta supaya bisa merayakan hari ulang tahunnya yang pada saat itu jatuh di hari Rabu, 13 Juni 2012 bersama beberapa teman sekolah dan teman main di rumah. Aku mencoba nego supaya bisa bikin acaranya di hari Sabtu tapi dia nggak mau. Akhirnya aku ngalah. Aku bersyukur Jeffry memutuskan untuk cuti supaya bisa mendampingi Jonathan dan teman-temannya.
Acaranya sendiri simple cuman tiup lilin, makan bersama trus acara bebas mau ngapain aja boleh. Jonathan pesan ice cream cake strawberry chocolate untuk birthday cake nya. Anak-anakku udah bosen semua sama birthday cake pake frosting jadinya sejak ultah Ruth tahun lalu beralih ke ice cream cake. Kali ini aku pesenin aja yang Campina di Indomaret deket rumah, Jonathan sendiri yang pilih. Rasanya? lumayan saja hehehehe....standard banget. Untuk makan siang bersama teman-teman aku pesenin Pizza di PHD & chicken wings - as requested. Minumnya juice kotakan buavita sama air putih kemasan, trus snacknya Beng Beng dan candies.
Papa Jeff yang pimpin doa dan tiup lilin. Habis itu mereka makan sama-sama dan acara bebas yang judulnya jumpalitan memporak-porandakan rumah dari lantai 1 sampai lantai 2 dengan heboh hihihihihi.....Anak-anak itu main segala macam rupa permainan sampai bener-bener puas kata Eyang dan Omanya.
Yaaa....soal teman Ruth dan Jo yang main ke rumah aku nggak begitu banyak aturan harus begini dan begitu. Saat aku memutuskan bikin acara bebas di rumah untuk ultah Jonathan, aku sudah tau bakalan heboh berantakannya tapi aku tak peduli dan sudah siap dengan resikonya. As long as my kids are happy, that's fine with me. Toh gak tiap hari dan bisa dibereskan dengan baik lagi. Kadang kasihan aja kalau dengar laporan Jonathan dan Ruth yang nggak boleh masuk dan main ke rumah teman karena ortu dari temannya gak mau rumahnya berantakan dan kotor. Well...tiap rumah tangga punya aturan sendiri-sendiri dan aku cuman menekankan ke anak-anak bahwa mereka harus patuh dan menghormati setiap aturan keluarga lain yang berlaku kalau sedang berkunjung. So far Ruth dan Jo nurut aja. Cuman memang akhirnya teman-teman mereka lebih suka main di rumah kami. Dulu mereka bisa main apa saja termasuk main bola di halaman samping rumah tapi sekarang kami punya aturan baru. Nggak boleh main bola di lapangan rumput sebelah, sayang rumputnya hihihihi....udah rusak parah waktu itu soalnya. Habis diperbaiki dan udah cakep lagi sekarang dan diputuskan tidak untuk main bola lagi.
Anyway....masih membekas dalam hatiku atas ketidakhadiranku dalam ultah Jonathan ke-7 tahun ini. Walaupun saat aku berangkat ke kantor dan mencium Jonathan yang masih bobok sambil mengucapkan Selamat Ulang Tahun, putra gantengku melek dan balik memelukku sambil bilang : "Makasih ya Ma..Makasih banyak ya Mama untuk semuanya, untuk acara Ultah Adek Jo nanti siang..." Aauuucchhhh rasanya campur aduk mengharu biru, aku berangkata kantor sambil berlinang airmata huhuhuuu....
Malamnya saat aku pulang kantor, Jonathan memelukku dan bilang kalau dia senang sekali dengan acara ultahnya kali ini. Yaaa...aku nggak boleh sedih...yang penting adalah kebahagiaan anak-anakku. Mereka tahu Mama dan Papanya sangat menyayangi mereka walaupun kami tidak selalu berada di sisi mereka tapi cinta kami untuk mereka, mereka dapat rasakan. Aaaahhh terima kasih Tuhan untuk anak-anakku yang luar biasa, Ruth dan Jonathan!
Semoga tahun depan, Mama bisa liat kamu tiup lilin angka 8 ya Jo....sayang banget acara tiup lilin-nya pun tak terdokumentasi tahun ini. Jadi acara di rumah tanggal 13 Juni yang lalu gak ada dokumentasinya sama sekali. Tapi aku tahu dokumentasi yang lebih canggih ada di ingatan dan hati kalian. Kebahagiaan dan sukacita yang Jonathan rasakan, itu akan selalu Jonathan ingat dengan baik :-)
Thursday, July 12, 2012
Liburan ke Bali, 23 - 29 Juni 2012 (Day 7)
Jumat, 29 Juni 2012 - hari ke-7 kami berada di Bali
Akhirnya hari yang paling tidak mengenakkan datang juga. Suka atau tidak, sudah 7 hari kami berada di Bali dan saatnya kami meninggalkan Bali. Uurrghhh sungguh berat rasanya....
As usual aku terbangun paling pagi dan langsung cek kondisi Jonathan. Yup, tengah malam pukul 1 dini hari, aku dibangungkan oleh Jonathan yang muntah hebat di tempat tidur tanpa dia sadari. Jonathan tidak batuk, tidak merasakan apa-apa tapi mendadak memuntahkan seluruh isi perutnya ke tempat tidur. Aku langsung meloncat dari tempat tidur dan membantunya membersihkan diri. Kasihan sekali Jonathan. Dari lahir baru sekali ini dia mengalami kondisi seperti itu. Ada kemungkinan food poisoning dari makanan sea food yang kami makan di Jimbaran. Well, kondisi lelah, kepanasan seharian, kena angin malam di pinggir pantai, bisa jadi juga pemicu terjadinya reaksi dari food poisoning. Karena kami semua memakan makanan yang sama dan yang lain baik-baik saja. Setelah bersih-bersih tempat tidur, lantai dan ganti pakaian, gosokan minyak kayu putih, sambil aku pijitin Jonathan akhirnya tertidur lagi. Bagian samping dan tempat tidur yang bekas muntahan gak lagi bisa ditidurin. Aku ambil handuk dan menutup bekas muntahan dengan handuk. Papa Jeff mau gak mau pindah tidur ke sofa bed. Kakak Ruth, tetap tenang tidur di extra bed.
Baru terlelap 30 menit, tiba-tiba Jonathan kembali loncat dari tempat tidur dan tergopoh-gopoh ke kamar mandi. Tapi belum sampai di wastafel, dia kembali memuntahkan sisa-sisa yang ada di dalam perutnya. Duh kasihan sekali anakku lanang yaa.....setelah bebersih untuk kedua kalinya, Jo kelihatan sudah kelelahan muntah dan ngantuk, lemah sangat, aku peluk dan kelonin akhirnya dia tertidur juga. Tinggal aku dan Jeff yang gak bisa tidur, memikirkan kondisi Jonathan. Well sempat berpikir, untung besok siangnya kami sudah kembali ke Jakarta. Duh..hari terakhir kok ada aja ya dek Jo....setelah nonton TV sebentar akhirnya mulai mengantuk, aku dan Jeff lalu memaksakan kembali tidur dan istirahat
Pagi itu kondisi Jonathan sudah jauh membaik. Pipinya tampak tirus karena perut kosong, udah kurus makin kurus aja tampaknya hehehehe...sebelum mereka semua bangun, aku packing terakhir trus mandi. Tak lama Jeff pun bangun dan bantuin packing. Gak lama, anak-anakpun ikut terbangun....setelah semuanya rapi, kami trus makan pagi terakhir di hotel, leyeh-leyeh di pinggiran pantai sampai saatnya check out pukul 11:00 dan setelah itu menunggu jemputan dari Pak Dewa dan Pak Supri.
Tak lama Pak Dewa dan Pak Supri pun datang, kami langsung naik ke mobil dengan perasaan campur aduk. Alamak...pulang beneran ini yaa??? Kami diantar sampai bandara dan setelah saying goodbye and many thanks to Pak Dewa dan Pak Supri, kami pun masuk ke dalam bandara Ngurah Rai. Kondisi bandara Ngurah Rai sendang dalam renovasi, jalan masuk dari mulai drop off ke area check in keberangkatan cukup jauh. Karena sudah check in via web, kami cuman antri sebentar untuk drop off luggage. Di departure waiting area, ketemu sama Mbak Nia, temen di DHL bersama rombongan. Hehehehe....di Jakarta aja nggak pernah ketemu malah ketemuan di Bali ya mbak. Aku dan Mbak Nia ternyata satu pesawat di Air Asia. Ada perubahan jadwal penerbangan yang tidak di infokan oleh Air Asia, tapi no delay, semua tepat waktu, safe flight. Good bye Bali, we will meet again one day! :-)
Dan setelah 1 jam 45 menit, mendarat juga kami akhirnya di Bandara Soekarno Hatta. Welcome back to Jakarta and Cibubur!!
Akhirnya hari yang paling tidak mengenakkan datang juga. Suka atau tidak, sudah 7 hari kami berada di Bali dan saatnya kami meninggalkan Bali. Uurrghhh sungguh berat rasanya....
As usual aku terbangun paling pagi dan langsung cek kondisi Jonathan. Yup, tengah malam pukul 1 dini hari, aku dibangungkan oleh Jonathan yang muntah hebat di tempat tidur tanpa dia sadari. Jonathan tidak batuk, tidak merasakan apa-apa tapi mendadak memuntahkan seluruh isi perutnya ke tempat tidur. Aku langsung meloncat dari tempat tidur dan membantunya membersihkan diri. Kasihan sekali Jonathan. Dari lahir baru sekali ini dia mengalami kondisi seperti itu. Ada kemungkinan food poisoning dari makanan sea food yang kami makan di Jimbaran. Well, kondisi lelah, kepanasan seharian, kena angin malam di pinggir pantai, bisa jadi juga pemicu terjadinya reaksi dari food poisoning. Karena kami semua memakan makanan yang sama dan yang lain baik-baik saja. Setelah bersih-bersih tempat tidur, lantai dan ganti pakaian, gosokan minyak kayu putih, sambil aku pijitin Jonathan akhirnya tertidur lagi. Bagian samping dan tempat tidur yang bekas muntahan gak lagi bisa ditidurin. Aku ambil handuk dan menutup bekas muntahan dengan handuk. Papa Jeff mau gak mau pindah tidur ke sofa bed. Kakak Ruth, tetap tenang tidur di extra bed.
Baru terlelap 30 menit, tiba-tiba Jonathan kembali loncat dari tempat tidur dan tergopoh-gopoh ke kamar mandi. Tapi belum sampai di wastafel, dia kembali memuntahkan sisa-sisa yang ada di dalam perutnya. Duh kasihan sekali anakku lanang yaa.....setelah bebersih untuk kedua kalinya, Jo kelihatan sudah kelelahan muntah dan ngantuk, lemah sangat, aku peluk dan kelonin akhirnya dia tertidur juga. Tinggal aku dan Jeff yang gak bisa tidur, memikirkan kondisi Jonathan. Well sempat berpikir, untung besok siangnya kami sudah kembali ke Jakarta. Duh..hari terakhir kok ada aja ya dek Jo....setelah nonton TV sebentar akhirnya mulai mengantuk, aku dan Jeff lalu memaksakan kembali tidur dan istirahat
Pagi itu kondisi Jonathan sudah jauh membaik. Pipinya tampak tirus karena perut kosong, udah kurus makin kurus aja tampaknya hehehehe...sebelum mereka semua bangun, aku packing terakhir trus mandi. Tak lama Jeff pun bangun dan bantuin packing. Gak lama, anak-anakpun ikut terbangun....setelah semuanya rapi, kami trus makan pagi terakhir di hotel, leyeh-leyeh di pinggiran pantai sampai saatnya check out pukul 11:00 dan setelah itu menunggu jemputan dari Pak Dewa dan Pak Supri.
Sarapan terakhir di Mercure Resort, Sanur
Mau pulang sedih ya Pa? hihihihihi....
Kok mringis gitu sih dek???
Ruthie
Jonathan nyempetin mainan dulu...
Tak lama Pak Dewa dan Pak Supri pun datang, kami langsung naik ke mobil dengan perasaan campur aduk. Alamak...pulang beneran ini yaa??? Kami diantar sampai bandara dan setelah saying goodbye and many thanks to Pak Dewa dan Pak Supri, kami pun masuk ke dalam bandara Ngurah Rai. Kondisi bandara Ngurah Rai sendang dalam renovasi, jalan masuk dari mulai drop off ke area check in keberangkatan cukup jauh. Karena sudah check in via web, kami cuman antri sebentar untuk drop off luggage. Di departure waiting area, ketemu sama Mbak Nia, temen di DHL bersama rombongan. Hehehehe....di Jakarta aja nggak pernah ketemu malah ketemuan di Bali ya mbak. Aku dan Mbak Nia ternyata satu pesawat di Air Asia. Ada perubahan jadwal penerbangan yang tidak di infokan oleh Air Asia, tapi no delay, semua tepat waktu, safe flight. Good bye Bali, we will meet again one day! :-)
Dan setelah 1 jam 45 menit, mendarat juga kami akhirnya di Bandara Soekarno Hatta. Welcome back to Jakarta and Cibubur!!
Liburan ke Bali, 23 - 29 Juni 2012 (Day - 6)
Kamis, 28 Juni 2012 - hari ke-6 kami berada di Bali
Hari ke-6 bisa dibilang hari terakhir kami keliling Bali. Dan di hari terakhir keliling Bali ini kami isi dengan acara puncak khusus untuk entertain Ruth dan Jo ke Waterboom Bali di Kuta, dilanjutkan ke Uluwatu untuk melihat pertunjukan fire dance - sendra tari kecak Ramayana, dan ditutup dengan makan malam di Jimbaran.
Hari ini kami harus bangun pagi karena Pak Dewa dan Pak Supri menjemput kami jam 9 pagi. Ke Waterboom kalau kesiangan bisa too crawded, makanya pagi-pagi kami sudah jalan. Sekitar jam 9:30 kami sudah sampai di Waterboom Bali, Kuta. Masih agak sepi...cuman kok isinya putih semua, kita item sendiri lagi hahahahaha....harga ticket kami gak tau berapa karena sudah termasuk paket tour. Sampai di dalam kami harus sewa sendiri locker dan juga handuk. Sistem disana adalah kita harus deposit uang dulu. Paling aman kalau mau banyak yang dibelanjakan deposit langsung Rp 500,000 saja karena semua serba mahal gila disini. Semua tempat untuk beli makanan sewa locker dsb tidak menerima uang cash. Semua systemnya deduct dari deposit kita yang bisa di cek dari gelang yang mempunyai barcode kita.
Locker kami ambil yang family karena ada 2 tas dan harganya Rp 35,000. Kemudian untuk handuk per handuk Rp 10,000 tetapi uang jaminan handuknya per handuk Rp 62,000. Jadi total bayar di muka per handuk Rp 72,000. Nah kalau handuknya kembali dengan selamat maka yang Rp 62,000 akan di refund lagi ke account kita dan di akhir bermain di Waterboom kita bisa ambil lagi uang refundnya di loket depan saat keluar dari Waterboom. Akan ada locket khusus Refund disana.
Dari Waterboom di Kuta yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Badung, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Uluwatu di daerah Pecatu, Kuta Selatan yang masih masuk dalam wilayah Kabupaten Badung. Sekitar 1 jam perjalanan menuju Uluwatu. Daerah yang gersang...kebanyakan hanya semak belukar yang tumbuh disini. Namun di beberapa tempat banyak terdapat villa-villa yang terpencil termasuk wilayah Dreamland yang sedang dibangun oleh Tommy Soeharto untuk nantinya menjadi tujuan wisata yang ramai dengan fasilitas yang lengkap mulai dari Hotel berbintang 5 maupun villa-villa, waterboom, tempat shopping dan lapangan golf. Ya semoga saja apa yang dibangun disana bisa membantu masyarakat sekitar untuk meningkatkan perekonomiannya.
Karena daerah Ulutwatu yang kering kerontang, no wonder kera-keranya galak dan rakus. Pak Dewa cerita sering kera-kera ini kalau sudah kelaparan mereka akan merampok toko-toko penduduk di kompleks Pura Uluwatu. Pak Dewa wanti-wanti supaya kami melepas kacamata, nggak pake perhiasa ataupun sendal dengan warna-warna mencolok, stay away from the monkeys dll...dan memang, waktu kami disana, ada seekor kera yang mencuri sendal merah anak kecil. Anak kecilnya nangis jejeritan ketakutan dan ibunya marah-marah mengejar kera tersebut dengan mengacungkan tongkat. Trus ada lagi kera yang ngamuk karena kelaparan gubrak-gubrak mobil yang isinya orang sedang makan. Alamak....better keep us save ajah di lingkungan situ ya.
Di pelataran parkir Uluwatu ada penjual sate babi. Info dari Pak Dewa, sate babinya enak waahhh aku dan Jeff langsung dong melirik dan lari kesana hihihih....alamak, enak lho, murah lagi. Seporsi isinya 10 tusuk sate babi (emang kecil siy dagingnya) + ketupat cuman Rp 10,000. Karena ada pedas2 nya anak-anak gak mau nyobain, takut kepedesan. Sayang kurang saus kacang, klo ditambah saus kacang sepertinya lebih mak nyus lagi deh...menurut Pak Dewa, mengapa harganya murah karena biasanya yang beli disini adalah para tour guide dan sopir-sopir. Ehm....pengen deh mengulang makan sate babi ini lagi klo one day balik ke Uluwatu. Worth to try!
View karang di Uluwatu memang cantik sekali. Kebetulan cuaca lebih cerah daripada saat kami di Tanah Lot, langit dan laut yang membiru berpadu cantik luar biasa. Aku terus menerus berdecak kagum!
Kami tak mau berlama-lama mengagumi keindahan panorama Uluwatu karena harus segera bergegas ke tempat penampilan sendratari Kecak Ramayana. Masih sekitar 45 menit lagi baru mulai tapi kami lihat kerumunan manusia berduyun-duyun menuju kesana jadi kami segera bergegas saja. Dan benar saja, tempat duduk mulai penuh dan begitu kami duduk dapet spot yang lumayan enak, dalam hitungan menit selanjutnya para turis asing maupun lokal terus berdatangan dan berjubel memenuhi seluruh tempat duduk.
Ada satu kejadian yang membuatku muak saat seseorang datang dan berkata kepada petugas disitu bahwa dia butuh 7 seats berjejeran untuk rombongan seorang Jendral. Aku langsung memalingkan wajahku ke orang tersebut. Maksud loe Pak??!!! Mau jendral kek, apaan kek, kami semua disini punya hak yang sama. Kami sudah bayar dan tempat ini gak pake seat reservation jadi tolong ya...urus sendiri, udah dateng mepet, mau ngusir. Semua turis baik asing maupun lokal yang sudah lebih dulu duduk tak peduli dengan kata-kata Bapak ini dan petugas pun tak berani mengusir kami yang sudah duluan duduk. Akhirnya mepet ke jam 6 romongan yang katanya terdiri dari Jendral itu pun datang, dan mau tak mau mereka duduk di tempat seadanya. Berani ngusir turis, kita foto dan kita masukin ke sosmed ya!
Ternyata aliran turis terus menerus datang dengan tidak terkendali. Aku agak menyesalkan para pengurus local yang tidak mau membatasi jumlah penjualan ticket. Kalau sudah berjubel seperti ini rasanya kurang nyaman. Memang siy, pertunjukan fire dance Kecak Ramayana yang dilakukan oleh para penari lokal di tempat ini memang terkenal paling bagus, apalagi tempatnya langsung facing the sea, sekalian bisa langsung liat sunset, cuman klo gak diatur dengan baik jadi kurang nyaman.
Pementasan sendratari Kecak Ramayana itu sendiri berjalan dengan mulus dan aku sangat kagum dengan penari yang begitu lues, ekspresif...dan anak-anakku sendiri komen, itu yang ngomong cak kecak kecak kecak...apa nggak capek ya Ma? sejam ngomong gitu terus? hihihihihi....udah terlatih kali ya Nak. Ruth dan Jo sangat menikmati pementatasan fire dance begitupun aku dan Jeff. Jeff yang kemarin itu sudah kedua kalinya nonton, bilang klo dia nggak bosan sama sekali. Bahkan menurut Jeff selalu ada hal yang baru. Menurut Jeff, pementasan sendratari Kecak Ramayana kemarin lebih rilex dan penarinya lebih interaktif sama penonton, diselipin dagelan, greetings lucu ke para turis dengan beberapa bahasa asing yang mereka kuasai. Very nice!!
Matahari sudah tenggelam dan hari mulai gelap saat pementasan sendratari Kecak Ramayana berakhir. Perut kami pun sudah keroncongan. Tujuan makan malam terakhir di Bali hari itu adalah Jimbaran. Aku dan Jeff sudah pernah dinner di Jimbaran sebelumnya, memang selalu okay dan tidak pernah membosankan. Akan menjadi suatu pengalaman baru yang menarik untuk Ruth dan Jo makan malam di atas pasir dan dipinggir laut saat malam hari. Jimbaran adalah gugusan pantai pasir putih di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, dan terletak tak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Jonathan dan Ruth sempat melihat pesawat yang lalu lalang dengan lampu pesawatnya yang berkelip-kelip di kejauhan, lovely!
Kami makan malam di Bali Cafe 21 dan kembali mendapatkan set menu yang dibuka dengan soup ayam jagung kemudian main menu nya nasi, sayur cah kangkung polos dan sea food yang dibakar. Ada ikan, udang, cumi dan kerang. Dessertnya buah dan es kelapa muda yang disajikan dalam bentuk buah kelapanya. Disana juga disajikan tarian Bali untuk menghiburng pengunjung yang datang untuk bersantap malam.
What a lovely evening to close the whole experiences we had so far in Bali. Usai makan malam sudah larut sekitar pukul 21:00 dan kami harus segera kembali ke Sanur untuk beristirahat. Aaahhh....sungguh berat rasanya menyadari bahwa itu adalah malam terakhir kami di Pulau Dewata Bali. Berat rasanya untuk berpisah dengan Pulau indah yang menyimpan banyak kekayaan budaya, tradisi dan alamnya yang indah.
Hari ke-6 bisa dibilang hari terakhir kami keliling Bali. Dan di hari terakhir keliling Bali ini kami isi dengan acara puncak khusus untuk entertain Ruth dan Jo ke Waterboom Bali di Kuta, dilanjutkan ke Uluwatu untuk melihat pertunjukan fire dance - sendra tari kecak Ramayana, dan ditutup dengan makan malam di Jimbaran.
Hari ini kami harus bangun pagi karena Pak Dewa dan Pak Supri menjemput kami jam 9 pagi. Ke Waterboom kalau kesiangan bisa too crawded, makanya pagi-pagi kami sudah jalan. Sekitar jam 9:30 kami sudah sampai di Waterboom Bali, Kuta. Masih agak sepi...cuman kok isinya putih semua, kita item sendiri lagi hahahahaha....harga ticket kami gak tau berapa karena sudah termasuk paket tour. Sampai di dalam kami harus sewa sendiri locker dan juga handuk. Sistem disana adalah kita harus deposit uang dulu. Paling aman kalau mau banyak yang dibelanjakan deposit langsung Rp 500,000 saja karena semua serba mahal gila disini. Semua tempat untuk beli makanan sewa locker dsb tidak menerima uang cash. Semua systemnya deduct dari deposit kita yang bisa di cek dari gelang yang mempunyai barcode kita.
Locker kami ambil yang family karena ada 2 tas dan harganya Rp 35,000. Kemudian untuk handuk per handuk Rp 10,000 tetapi uang jaminan handuknya per handuk Rp 62,000. Jadi total bayar di muka per handuk Rp 72,000. Nah kalau handuknya kembali dengan selamat maka yang Rp 62,000 akan di refund lagi ke account kita dan di akhir bermain di Waterboom kita bisa ambil lagi uang refundnya di loket depan saat keluar dari Waterboom. Akan ada locket khusus Refund disana.
Waterboom Bali tempatnya cukup luas dan bagus, bersih. Anak-anakku langsung heboh. Kami mencoba beberapa permainan seru, cuman malesnya ya itu makin siang makin rame dan padat, antrian makin panjang. Makanya lebih banyak setelah mencoba beberapa ride yang seru, aku arahkan anak-anak ke Kiddies' playground saja. Dan mereka pun happy disana. Saat makan siang karena lapar kami beli beberapa makanan disana. Harganya, hadeuuhh...yang gila ya harga minuman. Aqua aja Rp 29,000 untuk ukuran 500ml. Gila kali yeee...tapi ya sutralah memang itu caranya mereka nyari duit dari tempat ini. Selesai makan siang, Jeff udah pusing kepanasan dan memilih keluar dari Waterboom ngadem di Kuta Discovery Mall yang bersebrangan dengan Waterboom. Aku masih terus menemani anak-anak bermain sampai jam 14:00. Waktu aku tanya, puas nggak? namanya anak-anak yaa....jawabannya, kurang....kurang lama. Deziiiggg! udah gosong pun gituh hahahahaha....next time kita main lagi ke Waterboom ya nak, kita ulang lagi ke PIK atau yang di TMII aja kita blum kesono tuh hihihihihi....
Kami gak banyak berfoto sendiri di tempat ini karena judulnya lebih banyak main. Disana banyak sekali tukang foto yang motretin kita dalam berbagai pose. Mereka siap dengan kamera anti air. Kita boleh tebus foto-foto tersebut dengan bayaran yang gak murah. Untuk menebus the whole photos taken by them, harga paketnya Rp 700,000. Dapet CD photo + 3 cetak foto terbaik pilihan kita ukuran 12R. Kalau mau tebus 1 cetakan foto uk 12R harganya @ Rp 150,000. Aku memutuskan ambil paket 3 foto 6R dengan harga Rp 325,000. Foto lain aku ambil pake BB saat aku sudah memutuskan untuk gak naik rie lagi jadi cuman motoin anak-anak aja.
Ruth dan Jo di kiddies' playground
The kiddie's playground at Waterboom Bali
Ruth sedang meluncuuurrr....
Gaya Jonathan meluncur hahahahahaha....
Happy faces :-)
Ambil ban buat main di rides :-)
Karena daerah Ulutwatu yang kering kerontang, no wonder kera-keranya galak dan rakus. Pak Dewa cerita sering kera-kera ini kalau sudah kelaparan mereka akan merampok toko-toko penduduk di kompleks Pura Uluwatu. Pak Dewa wanti-wanti supaya kami melepas kacamata, nggak pake perhiasa ataupun sendal dengan warna-warna mencolok, stay away from the monkeys dll...dan memang, waktu kami disana, ada seekor kera yang mencuri sendal merah anak kecil. Anak kecilnya nangis jejeritan ketakutan dan ibunya marah-marah mengejar kera tersebut dengan mengacungkan tongkat. Trus ada lagi kera yang ngamuk karena kelaparan gubrak-gubrak mobil yang isinya orang sedang makan. Alamak....better keep us save ajah di lingkungan situ ya.
Di pelataran parkir Uluwatu ada penjual sate babi. Info dari Pak Dewa, sate babinya enak waahhh aku dan Jeff langsung dong melirik dan lari kesana hihihih....alamak, enak lho, murah lagi. Seporsi isinya 10 tusuk sate babi (emang kecil siy dagingnya) + ketupat cuman Rp 10,000. Karena ada pedas2 nya anak-anak gak mau nyobain, takut kepedesan. Sayang kurang saus kacang, klo ditambah saus kacang sepertinya lebih mak nyus lagi deh...menurut Pak Dewa, mengapa harganya murah karena biasanya yang beli disini adalah para tour guide dan sopir-sopir. Ehm....pengen deh mengulang makan sate babi ini lagi klo one day balik ke Uluwatu. Worth to try!
Tumpukan sate babi berbumbu yang siap dibakar, slluuurrrpppppp!
Temen makan sate babi, klo kurang pedes, tambahin aja ulekan cabe rawit merah + garem, sekseh banget ya ulekan cabe merahnya, huehehehehehehe
Bakaran sate babi pesanan kami, uhuyyy!!
Porsian 10 tusuk sate babi + ketupat
Tanpa ketupat, harga sama sajah...cabenya sekseh benerrrr....
Bapak penjual sate babi di Uluwatu, baru buka langsung diserbu para pelanggan
View karang di Uluwatu memang cantik sekali. Kebetulan cuaca lebih cerah daripada saat kami di Tanah Lot, langit dan laut yang membiru berpadu cantik luar biasa. Aku terus menerus berdecak kagum!
Blue sky and sea...amazing!
Thanks Jesus that we're here together as a family :-)
The rocks and the sea....
So thankful to enjoy the moment with my precious jewels
Us and the breathaking views of Uluwatu - love it so much!
Kami tak mau berlama-lama mengagumi keindahan panorama Uluwatu karena harus segera bergegas ke tempat penampilan sendratari Kecak Ramayana. Masih sekitar 45 menit lagi baru mulai tapi kami lihat kerumunan manusia berduyun-duyun menuju kesana jadi kami segera bergegas saja. Dan benar saja, tempat duduk mulai penuh dan begitu kami duduk dapet spot yang lumayan enak, dalam hitungan menit selanjutnya para turis asing maupun lokal terus berdatangan dan berjubel memenuhi seluruh tempat duduk.
Penonton full!....sebelah Ruth itu si cantik embak turis Jepang hehehehehe
Hi Papa, cheers!!! :-)
Sunset di Uluwatu
Ada satu kejadian yang membuatku muak saat seseorang datang dan berkata kepada petugas disitu bahwa dia butuh 7 seats berjejeran untuk rombongan seorang Jendral. Aku langsung memalingkan wajahku ke orang tersebut. Maksud loe Pak??!!! Mau jendral kek, apaan kek, kami semua disini punya hak yang sama. Kami sudah bayar dan tempat ini gak pake seat reservation jadi tolong ya...urus sendiri, udah dateng mepet, mau ngusir. Semua turis baik asing maupun lokal yang sudah lebih dulu duduk tak peduli dengan kata-kata Bapak ini dan petugas pun tak berani mengusir kami yang sudah duluan duduk. Akhirnya mepet ke jam 6 romongan yang katanya terdiri dari Jendral itu pun datang, dan mau tak mau mereka duduk di tempat seadanya. Berani ngusir turis, kita foto dan kita masukin ke sosmed ya!
Ternyata aliran turis terus menerus datang dengan tidak terkendali. Aku agak menyesalkan para pengurus local yang tidak mau membatasi jumlah penjualan ticket. Kalau sudah berjubel seperti ini rasanya kurang nyaman. Memang siy, pertunjukan fire dance Kecak Ramayana yang dilakukan oleh para penari lokal di tempat ini memang terkenal paling bagus, apalagi tempatnya langsung facing the sea, sekalian bisa langsung liat sunset, cuman klo gak diatur dengan baik jadi kurang nyaman.
Pementasan sendratari kecak Ramayana menjelas sunset di Uluwatu - beautiful, recommended!
Matahari semakin condong dan temaram....
Jubelan penonton terus bertambah di muka panggung, kalau normal sebetulnya area ini kosong tapi kemarin jadinya umpel-umpelan, jarak antara penari dan penonton terlalu dekat
Pementasan sendratari Kecak Ramayana itu sendiri berjalan dengan mulus dan aku sangat kagum dengan penari yang begitu lues, ekspresif...dan anak-anakku sendiri komen, itu yang ngomong cak kecak kecak kecak...apa nggak capek ya Ma? sejam ngomong gitu terus? hihihihihi....udah terlatih kali ya Nak. Ruth dan Jo sangat menikmati pementatasan fire dance begitupun aku dan Jeff. Jeff yang kemarin itu sudah kedua kalinya nonton, bilang klo dia nggak bosan sama sekali. Bahkan menurut Jeff selalu ada hal yang baru. Menurut Jeff, pementasan sendratari Kecak Ramayana kemarin lebih rilex dan penarinya lebih interaktif sama penonton, diselipin dagelan, greetings lucu ke para turis dengan beberapa bahasa asing yang mereka kuasai. Very nice!!
Rama & Shinta
Shinta & Laksmana
Shinta dikejar oleh Rahwana
Hanoman yang sangat luwe berinteraksi dengan penonton dan jadi icon selama acara berlangsung
Hanoman, Shinta dan adik perempuan Rahwana yang baik hati
Ini temennya Rahwana, duh liat fotonya miringin dulu kepalanya ya hahahaha....nggak ngerti kumat lagi nggak bisa di atur jadi landscape. Anyway tokoh ini kocak sekali, interaksi ke penonton luar biasa. Ruth dan Jo sampai tertawa terbahak-bahak dengan leluconnya
Api mulai dinyalakan
Hanoman nginjak-nginjak bara api tanpa terbakar sedikitpun
Pertarungan terakhir Rahwana dan Hanoman
Hanoman berhasil mengalahkan Rahwana dan memenggal kepalanya - The End
Hanoman jadi icon malam itu, usai pertunjukan banyak yang berebut foto bareng, gak bisa foto bertiga sendiri ya udah nempel sama siapa aja lah...yang penting nempel sama Hanoman hihihihi...tuh turis Jepang dibelakang Ruth dan Jo aja nggak mau kalah :-)
Matahari sudah tenggelam dan hari mulai gelap saat pementasan sendratari Kecak Ramayana berakhir. Perut kami pun sudah keroncongan. Tujuan makan malam terakhir di Bali hari itu adalah Jimbaran. Aku dan Jeff sudah pernah dinner di Jimbaran sebelumnya, memang selalu okay dan tidak pernah membosankan. Akan menjadi suatu pengalaman baru yang menarik untuk Ruth dan Jo makan malam di atas pasir dan dipinggir laut saat malam hari. Jimbaran adalah gugusan pantai pasir putih di wilayah Kuta, Kabupaten Badung, dan terletak tak jauh dari Bandara Ngurah Rai. Jonathan dan Ruth sempat melihat pesawat yang lalu lalang dengan lampu pesawatnya yang berkelip-kelip di kejauhan, lovely!
Dinner at Jimbaran
Wajah lapar dan lelah yang tetap ceria hihihihi....
Yaayyy minuman dan makanan kita mulai berdatangan. Ehhh ada Pak Dewa! Yup...itu yang dibelakang Papa Epi, guide kita yang baik hati dan periang, namanya Pak Dewa Brata :-)
Pose di pinggir pantai, gelap-gelapan....hihihihi.....
Banyak penjual jagung bakar di sepanjang pinggiran pantai Jimbaran ini
Kami makan malam di Bali Cafe 21 dan kembali mendapatkan set menu yang dibuka dengan soup ayam jagung kemudian main menu nya nasi, sayur cah kangkung polos dan sea food yang dibakar. Ada ikan, udang, cumi dan kerang. Dessertnya buah dan es kelapa muda yang disajikan dalam bentuk buah kelapanya. Disana juga disajikan tarian Bali untuk menghiburng pengunjung yang datang untuk bersantap malam.
Penari Bali di Bali Cafe 21 - Jimbaran
What a lovely evening to close the whole experiences we had so far in Bali. Usai makan malam sudah larut sekitar pukul 21:00 dan kami harus segera kembali ke Sanur untuk beristirahat. Aaahhh....sungguh berat rasanya menyadari bahwa itu adalah malam terakhir kami di Pulau Dewata Bali. Berat rasanya untuk berpisah dengan Pulau indah yang menyimpan banyak kekayaan budaya, tradisi dan alamnya yang indah.
Subscribe to:
Posts (Atom)





















